Arti & Makna Lagu we’re all eating each other – Juliet Ivy Lirik Terjemahan

Lirik lagu we’re all eating each other mengeksplorasi tema kematian, ego manusia, dan keterhubungan kehidupan. Hal ini menggali gagasan bahwa meskipun kita berupaya untuk merasa penting dan menyangkal kematian, kita semua pada akhirnya adalah bagian dari siklus alami di mana kita mengonsumsi dan dikonsumsi oleh satu sama lain.

we’re all eating each other Juliet Ivy lirik terjemahan Indonesia beserta arti dan makna lagu

[Verse 1]
What’s the point of living without dying for an ego?

Apa gunanya hidup tanpa mati demi ego?
So we validate our fantasies to feel like we are special inside

Jadi kita memvalidasi fantasi kita agar kita merasa spesial di dalam diri kita
You know we love to lie

Kau ahu kami suka berbohong
We like grabbing onto anything to feel like we’re important

Kami suka meraih apa pun untuk merasa bahwa kami penting
Not a moment that is shorter than a hiccup or a blink of an eye

Bukan momen yang lebih singkat dari cegukan atau sekejap mata
You know we’re scared of time

Kau tahu kami takut waktu

Pada Verse pertama, lirik menggambarkan gagasan ego dan kebutuhan akan validasi. Pembicaranya berpendapat bahwa manusia sering kali berbohong dan berpegang teguh pada apa pun agar merasa penting, meskipun hidup ini cepat berlalu dan kita semua takut dengan berlalunya waktu.

[Chorus]
But we’re all gonna die

Tapi kita semua akan mati
Decompose into daffodils and dandelions

Terurai menjadi bunga bakung dan dandelion
The bees will use our flowers for whatever they like

Lebah akan menggunakan bunga kita untuk apa pun yang mereka suka
Make the honey that our grandkids will put insidе

Buatlah madu yang akan dimasukkan cucu kita ke dalamnya
Their morning tea

Teh pagi mereka
It’s the thing of lifе

Ini adalah hal yang penting
We’re all eating each other

Kami semua saling memakan
The thing of life

Hal kehidupan
Nobody lives forever

Tidak ada seorang pun yang hidup selamanya
The thing of life

Hal kehidupan

Pada Chrous, lirik menceritakan tentang kefanaan dan ketidakkekalan. Ia mengakui kematian yang tak terhindarkan, membandingkan pembusukan dengan bunga dan menekankan keterkaitan kehidupan. Penyebutan lebah yang menggunakan bunga dan cucunya menikmati madu yang dihasilkannya menandakan kelangsungan hidup dan siklus konsumsinya.

[Verse 2]
We don’t know how to accept we’re just a product of a chance

Kita tidak tahu bagaimana menerima bahwa kita hanyalah produk kebetulan
And less like gods but more like plants

Dan tidak seperti dewa tetapi lebih seperti tanaman
Who can’t stop making up reasons we’re alive

Siapa yang tidak bisa berhenti mengarang alasan kita masih hidup
(We’re alive, we’re alive, we’re alive)

(Kita hidup, kita hidup, kita hidup)
You know we love to deny

Kau tahu kami senang menyangkal
(To deny, to deny, to deny)

(Untuk menyangkal, menyangkal, menyangkal)
So we paint our face with intellect

Jadi kita melukis wajah kita dengan kecerdasan
Pretending we’re not curious

Berpura-pura kita tidak penasaran
Too busy, super serious

Terlalu sibuk, sangat serius
Don’t have the time to do what we like

Tidak punya waktu untuk melakukan apa yang kita suka
(What we like, what we like, what we like)

(Apa yang kita suka, apa yang kita suka, apa yang kita suka)
Baby look at the sky

Sayang lihat ke langit

Baca juga: Arti & Makna lagu See You Later GRAHAM
Pada verse kedua, lirik menjelaskan kecenderungan manusia untuk menyangkal kematian kita sendiri. Pembicara menyarankan agar kita berjuang untuk menerima bahwa kita hanyalah produk kebetulan dan membandingkan manusia dengan tanaman yang tidak bisa berhenti menciptakan alasan untuk membenarkan keberadaan mereka. Referensi untuk melukis wajah kita dengan kecerdasan dan terlalu serius menekankan fasad yang kita buat untuk mengalihkan perhatian dari rasa ingin tahu dan terbatasnya waktu yang kita miliki.

[Chorus]
But we’re all gonna die

Tapi kita semua akan mati
Decompose into daffodils and dandelions

Terurai menjadi bunga bakung dan dandelion
The bees will use our flowers for whatever they like

Lebah akan menggunakan bunga kita untuk apa pun yang mereka suka
Make the honey that our grandkids will put insidе

Buatlah madu yang akan dimasukkan cucu kita ke dalamnya
Their morning tea

Teh pagi mereka
It’s the thing of lifе

Ini adalah hal yang penting
We’re all eating each other

Kami semua saling memakan
The thing of life

Hal kehidupan
Nobody lives forever

Tidak ada seorang pun yang hidup selamanya
The thing of life

Hal kehidupan

Sumber: https://genius.com/Juliet-ivy-were-all-eating-each-other-lyrics

Secara keseluruhan lirik lagu we’re all eating each other menceritakan tentang kontemplasi terhadap kematian yang tak terhindarkan, sifat kehidupan yang fana, dan bagaimana kita semua berperan dalam keterhubungan dan konsumsi satu sama lain
Setelah mendengarkan lewat Youtube, saya dapat menyimpulkan lagu ini sangat bagus dan akan viral di Indonesia dengan versi sped up.
ArtisJuliet Ivy
Albumplaypen (2023)
Penulis LaguJuliet Ivy & Lucas Sim
ProduserLucas Sim
Dirilis10 November 2023

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.